Print

Percaya Diri atau lebih dikenal dengan PD yang bahasa inggrisnya; Over Confidentmerupakan lawan sifat nggak percaya diri atau minder, namun bukan lawan dari sifat rendah diri. Percaya diri merupakan sifat emosional yang dengannya seseorang menjadi tahan banting, mampu mengontrol, sadar kemampuan diri dan mengaplikasikannya dalam bentuk aktifitas perbaikan diri menuju success oriented. Dan karena terlalu PD itu, sampai saat ini saya percaya bahwa bukan secara tidak sengaja saya dilahirkan ke bumi pada tanggal 29 Oktober 1987 silam, namun Tuhan merencakan sesuatu besar di balik tanggal yang menurut saya keramat itu.

Begini. Setelah 61 tahun Sumpah Pemuda sebagai kesaksian bahwa pemuda Indonesia berbahasa, bertanah air dan berbangsa satu yaitu Indonesia dibacakan oleh tokoh-tokoh pemuda saat itu, untuk pertama kalinya sumpah pemuda diperingati dengan meriah. Tepat tanggal 28 Oktober 1987 sumpah pemuda diperingati dengan kirab pemuda nasional dengan menempuh jarak Jakarta-Surabaya. Para pemuda pemudi peserta kirab mengadakan pertunjukan seni dan kerja bakti di sepanjang jalan yang di lalui. Pemuda-pemudi nasional yang mewakili provinsinya masing-masing saat itu seperti mendapatkan ruhnya kembali sebagai generasi penerus bangsa.

Dengan berkat rahmat Tuhan yang maha esa, sehari setelah diperingatinya sumpah pemuda pada tahun itu, tepatnya pada 29 oktober 1987, Tuhan mengirimkan seorang lelaki ke bumi Indonesia melalui rahim ibu saya yang beberapa hari kemudian disemati nama Muhammad Jamzuri. Menurut yang saya percayai, Tuhan merencanakan kelahiran saya di bumi sebagai jawaban atas semangat baru sumpah pemuda sebagai cikal bakal regenerasi yang akan berkontribusi dalam pembangunan negeri Indonesia.

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, abah saya pernah bercerita tentang itu dan berhasil menyetrum naluri berfikir saya yang saat itu masih terlalu rendah, seketika merubah cita-cita menjadi seorang presiden dan hingga kini saya belum berniat untuk menggantinya. Karena bagi saya jika saya menjadi seorang presiden, tentu saya akan lebih puas berkontribusi dalam membangun negeri. Namun apapun jadinya saya nanti, saya akan melakukan yang terbaik dan bernjanji tak akan mengeluh dengan segala kekurangan negeri, karena bagi saya keluhan itu adalah masalah, dan saya tidak tega menambah masalah baru untuk negeri sejuta masalah ini.

Bantu saya untuk semakin Percaya Diri bahwa Tuhan memang merencakan sesuatunya seperti apa yang saya percayai hingga saat ini. : )