Print

Mata`. Perhiasan, begitulah Hadits masyhur menyebutkan peranan dunia yang kita huni ini. Segala bentuk isinya, baik yang wujudnya tampak oleh pandangan mata, maupun yang berada di dalam pusar bumi merupakan perhiasan. Perhiasan yang mengindahkan dan melengkapi kebututuhan kehidupan makhluk hidup di dalamnya, terutama manusia sebagai mahkluk pilihan yang mempunyai izin tinggal resmi dibumi dari Tuhan YME.

 

Sang Master Planner yang jenius itu mengatur sedemikian rupa sesuai kapabelitasnya terhadap setiap makhluk ciptaanNya, sehingga menjadi sempurna di mata-Nya. Seekor binatang ternak misalnya, dengan umur pendeknya, ia hanya diberi nafsu tanpa akal pikiran. Ini dikarenakan peranannya hanya sebagai pelengkap kemaslahatan keberlangsungan hidup manusia.

Juga penciptaan seorang lelaki dengan kekuatan fisik dan mental yang lebih dari wanita, dikarenakan kebutuhannya sebagai yang memimpin dan mengayomi wanitanya dalam keluarga. Begitu pula dibalik penciptaan seorang wanita dengan lemah lembut perangainya, indah merdu suaranya, dan halus hatinya diperuntukan guna menjadi penentram dan penghias hati serta pelengkap kehidupan kaum lelaki di dunia.

 

Tuhan menciptakan organ tubuh wanita dengan pelbagai kesempurnaan yang banyak orang tak tahu hikmah di balik penciptaanya. Dengan kedua telapak tangannya nan halus itu, dia mampu menjaga beberapa anak secara bersamaan dalam waktu 18 jam. coba banyangkan!. Di balik kelembutan hatinya, Tuhan menganugerahinya kekuatan untuk mengatasi banyak hal yang luar biasa, bahkan melebihi kaum lelaki. Selain kemampuan berfikir dan timbang rasa yang tinggi, dengan kelembutan serta kesantunan tutur katanya, dia mampu bernegosiasi secara baik dan meredam amarah lelakinya.

Ketika seorang wanita meneteskan air mata, memang terlihat seperti sosok yang lemah dan rapuh, dan seolah-olah banyak beban baginya. Namun, baginya, air mata adalah salah satu cara mengekspresikan kegembiraan, kegalauan cinta, kesepian, penderitaan dan juga kebanggaan. Wanita mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri dan mampu tersenyum, bahkan ketika hatinya menjerit, serta menyanyi saat hatinya menangis, bahkan tertawa saat ketakutan, namun hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.

Benar memang, banyak hadits yang menyebutkan bahwa mayoritas penghuni neraka pada hari hari akhir nanti adalah wanita. Hadits ini mengidentifikasikan bahwa beban kehidupan dunia yang pada nantinya dipertanggung jawabkan di akhirat sangatlah berat. Dibalik lemah kekuatan fisiknya, ia dituntut untuk mampu membentengi diri dari segala ancaman bagi harga dirinya. Di dalam keluarganya, ia juga ditutut berandil besar dalam mendidik buah hatinya agar menjadi generasi yang sholih dan sholihah, generasi yang tidak rusak moralnya. Maka dari itu, sangatlah penting bagi seorang wanita untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya guna menjadi bekal membina keluarga idaman yang berkualitas. Karena bagaimanapun, walaupun dalam satu keluarga ada sosok lelaki yang memimpin, namun yang paling dekat interaksinya dengan buah hati ada wanita.

Menjelang petang, setelah seharian beraktifitas, baik sebagai wanita karir di luar rumah maupun kewajibannya menjaga buah hatinya di rumah, di balik segala keletihannya, ia dengan senang hati mempersolek diri guna menyambut kedatangan lelakinya sepulang dari pencaharian nafkah. Ia menyembunyikan segala beban hidupnya seharian dan tersenyum ikhlas memanjakan lelaki seharian merindukanya. Tegarnya ia, kuatnya ia, sungguh luar biasa.

Sungguh hebat pribadi seorang wanita yang mampu tampil cantik parasnya maupun hatinya. Wanita yang diberi label wanita sholihah oleh Tuhan merupakan sebaik-baiknya perhiasan dunia, yang tak hanya menghiasi lelakinya saja, namun semua keluarga dan kerabatnya. Seorang wanita yang tak hanya membawa dirinya sendiri ke gerbang pintu kebahagiaan surga dunia dan akhirat, namun keluarganya pun turut dihantarkannya.

Dan beruntunglah bagi lelaki hebat berkepribadian super dan berjiwa kuat yang berhasil memikat hati wanita tersebut dan meletakkan di singgasana cintanya. Pun seorang lelaki akan lebih tinggi derajatnya jika ia benar-benar mampu menjadi imam bagi keluarganya dan membimbing wanitanya untuk selalu menjadi dan meningkatkan kualitas label ke-sholihah-annya. Dan Janganlah sekali-kali merusaknya, jika tak mampu untuk mengembalikannya seperti semula.

Seorang lelaki harus mengerti dan mawas diri atas segala beban yang dipikul oleh wanitanya. Sejatinya, wanita tidaklah diciptakan Tuhan dari tulang kaki Adam, karena memang tidak diciptakan untuk dijadikan bawahan lelaki yang seenaknya disuruh dengan dalih taat kepada lelakinya. Juga tidak diciptakan dari tulang ubun kepala, karena ia diciptakan bukan untuk menjadi lebih tinggi derajatnya dibanding lelaki. Akan tetapi yang diperlu digaris bawahi adalah ia diciptakan dari tulang rusuk yang letaknya berdekatan dengan hati dan jantung, agar ia menjadi pendamping lelaki yang setara kedudukannya dan untuk dicintai, dimengerti dan dilindungi hidupnya.

Namun, di balik pelbagai kelebihan wanita di atas, ada satu kelemahan yang banyak tak disadari oleh kebanyakan dari mereka. Yaitu; “Dia lupa betapa berharganya dirinya”, sehingga banyak diantaranya yang justru mengantarkan dirinya sendiri ke pintu-pintu neraka dunia dan pada akhirnya ke pintu yang sama di akhiratnya.