Langkah malamku tegontai
Berteman pekat keringat
jas gelap, kamera dan 7 buah buku
buatku makin berberat
melangkah tergontai hembusan angin
bermusikkan lantunan bising klakson dan deru mobil
berpanorama pinggiran sungai nil


Lalu kumengintip di satu sudut
diantara lalu lalang muda mudi merayu rindu
bertangkai mawar merah hampir layu
dan gadis kecil penjaja sayu tapi ayu
Kurogoh saku dan kubuka dompetku
bukan mata uang yang kutuju
tapi...
tapi mata indah bertudung biru
di situ kamu selalu merinduku
dan berikan senyum indahmu kapan kumau
Ya itu kamu
senyum indah itu milikmu
walau senyum itu dalam selembar foto
namun itu akan tetap milikmu

Senyumanmu merubah kegontaian
menjadi tegap menantang tujuan
seakan tak berbeban
juga taburkan jutaan bintang
gantungkan bulan purnama
semarakkan malam pekatku
seakan itu semua untukku
tuk menyambut mentari esok yang bersinar

tentang mawar?
aku tak melupakanmu mawar
hanya aku sedang merindukan seseorang
mawar ...
ya walau aku tahu kau layu
namun jika saat itu dia bersamaku
kubeli engkau untuknya
kenapa mawar ...?
dengan senyumnya
kau kan seketika lahir kembali
menjadi setangkai mawar segar nan wangi aromanya

Lalu kusematkan kata "Maaf" untukmu
Aku rindukanmu sayang.

Cairo, 15 Oktober 2010 Pukul 01:37 CLt. dini hari
--------------------------
Malam ini saya diajak kawan-kawan Komunitas pecinta budaya di Cairo untuk menghadiri peringatan hari lahir Ahmad Syauqi (seorang penyair Mesir) yang bertempat dipinggiran sungai Nil. Di dalam perjalalan yang cukup melalahkan saya teringat oleh seseorang nan jauh disana. Lalu setiba di hunaian yang saya tempati, kusambar notebook dan kutulis sajak ini.

 

اتصل بي

Email : me@mjamzuri.com
  : mjinstitute@gmail.com
  : mjamzuri@waag-azhar.or.id
Phone : 081585993344
  : 085286363344